Pulsa GweOne

Beli pulsa, Bayar PPOB, Tiket Pesawat dan Kereta Api bisa online! kapan dan dimana saja

5.23.2017

Begini Cara Mehentikan Penyebaran Ransomeware WannaCry

Hey Gwener's, What's Up!
Virus komputer selalu membuat kesal bagi pengguna. Umumnya virus ini menyerang sistem operasi berbasis Windows, dikarenakan paling banyak digunakan. Baru-baru ini Penyebaran Ransomware WannaCry membuat resah diseluruh dunia. Pasalnya Ransomeware ini menyerang objek-objek vital seperti sekolah, rumah sakit bahkan pemerintahan
Sang Ransomeware meminta tebusan hingga 300 Dollar atau setara dengan 3Jtan. Virus bekerja untuk menenkripsi semua file yang ada di dalam komputer yang terjangkit. Sehingga pengguna tidak dapat lagi mengakses/membuka data tersebut. Hanya dengan menggunakan software deskriptor saja bisa dipulihkan. Parahnya lagi anda hanya diberi waktu terbatas untuk berfikir, jika selamanya data tersebut akan hilang.
Penyebaran Ransomeware WannaCry

Menghentikan Penyebaran

Meskinpun penyebaran ransomeware ini sangat gesit, bahkan ia dapat menjangkit komputer lain secara otomatis tanpa menggunakan pancingan atau shipping. Seseorang menemukan celah untuk menghentikan penyebaran virus tersebut.
Pemuda pertama adalah seorang peneliti keamanan cyber berusia 22 tahun asal Inggris yang merahasiakan jati dirinya. Dia hanya menyebut dirinya sebagai MalwareTech. Melalui sebuah blog, peneliti muda itu bercerita mengenai tindakannya yang secara kebetulan menghentikan penyebaran virus WannaCry ke seluruh dunia. MalwareTech pun segera menganalisa contoh tersebut dan menemukan adanya sebuah alamat situs yang tersemat di dalam kode pemrograman virus WannaCry. Dia mengetahui bahwa alamat situs itu belum terdaftar, sehingga mencoba mendaftarkannya.

Penemuan kill switch

Sementara itu di belahan bumi lainnya, pemuda bernama Darien Huss sedang melakukan penelitiannya sendiri. Dia adalah seoarang teknisi yang bekerja di perusahaan keamanan cyber Proofpoint, sekaligus pemuda kedua yang memutus persebaran virus WannaCry. Melalui penelitiannya sendiri, Huss menemukan bahwa pembuat program jahat virus WannaCry ternyata menyematkan kill switch atau tombol untuk menghentikan persebarannya. Begitu menyadari hal tersebut, dia langsung mengambil screenchot dan mengunggahnya ke Twitter.

Serangan baru

WannaCry tergolong serangan ransomware terbesar yang pernah terjadi di dunia. Serangan ini tercatat menelan lebih dari 200.000 korban di sekitar 150 negara. Beberapa negara yang terkena dampak WannaCry adalah Rusia, China, Spanyol, Inggris, Amerika Serikat dan Indonesia. Korbannya antara lain berupa rumah sakit, institusi pendidikan dan pemerintahan. Meski MalwareTech dan Huss telah menghentikan sumber persebaran virus ransomware itu, peretas pembuat program jahat tersebut mengaku telah menyebarkan virus WannaCry versi kedua.

No comments :

Post a Comment